Become a member

Get the best offers and updates relating to Liberty Case News.

― Advertisement ―

spot_img

USS Gerald R. Ford Tiba di Yunani, Proyeksikan Kekuatan AS di Mediterania Timur Dekati Timur Tengah

CHANIA - Kapal induk terbesar di dunia milik Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford (CVN-78), baru-baru ini dilaporkan telah merapat di area Teluk Souda,...
HomeHukum & KriminalDemonstrasi Kasus Kematian Siswa Maluku di Mapolda DIY Berujung Ricuh

Demonstrasi Kasus Kematian Siswa Maluku di Mapolda DIY Berujung Ricuh

YOGYAKARTA — Aksi demonstrasi di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa (24/2/2026) malam sempat memanas dan berujung ricuh. Massa yang terdiri dari elemen mahasiswa dan masyarakat meluapkan kemarahan atas dugaan tindakan oknum Brimob yang menewaskan seorang anak di Maluku. Kericuhan mencapai puncaknya ketika massa mulai melemparkan benda ke arah pagar Mapolda, bahkan menyebabkan seorang petugas kepolisian mengalami luka akibat tertimpa.

Ratusan peserta aksi telah berkumpul sejak sore hari, membawa spanduk dan poster yang menyuarakan tuntutan keadilan bagi korban. Suasana awalnya berjalan tertib dengan orasi-orasi bergantian, namun intensitas emosi massa semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Mereka menuntut pengusutan tuntas dan pertanggungjawaban hukum bagi oknum aparat yang diduga terlibat dalam insiden tragis di Maluku tersebut.

Awal Mula Kericuhan dan Eskalasi Aksi

Menjelang malam, tensi demonstrasi semakin meninggi. Para orator bergantian menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap respons aparat kepolisian terkait insiden di Maluku. Massa menuntut agar pihak kepolisian tidak melindungi oknum yang diduga melakukan pelanggaran serius tersebut. “Usut tuntas! Jangan ada impunitas bagi pelaku kekerasan berseragam!” teriak salah satu koordinator aksi melalui pengeras suara, yang disambut dengan yel-yel dan teriakan massa. Pengamanan ketat yang diterapkan oleh kepolisian di sekitar area Mapolda, dengan barikade petugas dan pagar kawat, tampaknya tidak mampu meredam luapan emosi massa.

Puncak ketegangan terjadi sekitar pukul 20.00 WIB ketika beberapa demonstran mulai mendorong pagar pembatas. Aksi dorong-dorongan ini kemudian diikuti dengan pelemparan berbagai benda, mulai dari botol plastik, batu kecil, hingga potongan kayu ke arah barikade polisi dan gedung Mapolda. “Ini adalah bentuk frustrasi kami karena tidak ada respons yang konkret dari aparat terkait kasus Maluku,” ujar seorang peserta aksi. Akibat lemparan tersebut, salah satu anggota kepolisian yang bertugas di garis depan pengamanan dilaporkan tertimpa benda tumpul dan mengalami luka, sehingga harus segera dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis. Insiden ini memperkeruh suasana dan memicu respons pengamanan yang lebih sigap dari pihak kepolisian.

Tuntutan Keadilan untuk Korban Maluku

Inti dari demonstrasi ini adalah desakan untuk mengusut tuntas kasus kematian seorang siswa di Maluku yang diduga melibatkan oknum anggota Brimob. Detail spesifik mengenai insiden di Maluku tersebut masih menjadi polemik, namun narasi yang beredar di kalangan massa dan media sosial menyebutkan bahwa korban tewas akibat tindakan kekerasan aparat. Masyarakat dan mahasiswa menyoroti pentingnya penegakan hukum yang adil dan transparan tanpa pandang bulu, terutama ketika melibatkan aparat penegak hukum itu sendiri.

  • Pengusutan Transparan: Massa menuntut agar seluruh proses penyidikan dilakukan secara terbuka kepada publik dan melibatkan pihak independen.
  • Penjatuhan Hukuman Maksimal: Apabila terbukti bersalah, oknum pelaku harus dihukum seberat-beratnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  • Perlindungan Hak Asasi Manusia: Demonstran juga menyerukan agar setiap tindakan aparat selalu mengedepankan prinsip Hak Asasi Manusia dan tidak menggunakan kekerasan berlebihan.
  • Pertanggungjawaban Institusi: Ada desakan agar institusi Polri, khususnya Brimob, turut bertanggung jawab dan melakukan evaluasi internal untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Tanggapan Pihak Kepolisian dan Langkah Selanjutnya

Menanggapi aksi yang memanas, pihak kepolisian melalui perwakilan Bidang Humas Mapolda DIY, Kompol Bagus Prasetyo, menyatakan bahwa pihaknya telah berupaya melakukan mediasi dan menghimbau massa untuk menjaga ketertiban. “Kami memahami aspirasi rekan-rekan demonstran, namun tindakan anarkis seperti pelemparan tidak dapat dibenarkan dan dapat mengganggu ketertiban umum. Kami akan menindak tegas pelaku perusakan fasilitas publik,” ujar Kompol Bagus. Ia menambahkan bahwa setiap laporan dan tuntutan akan diteruskan ke pimpinan dan berkoordinasi dengan pihak terkait di pusat.

Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa mereka akan tetap melakukan pengamanan sesuai prosedur untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, situasi di depan Mapolda DIY berangsur kondusif setelah beberapa jam kericuhan. Meskipun demikian, massa mengancam akan melanjutkan aksi jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi atau tidak ada perkembangan signifikan dalam kasus kematian siswa di Maluku. Isu kekerasan aparat yang berujung pada korban jiwa seringkali memicu gelombang protes serupa di berbagai daerah. (Bandingkan dengan laporan kami sebelumnya mengenai perkembangan awal kasus di Maluku)