Become a member

Get the best offers and updates relating to Liberty Case News.

― Advertisement ―

spot_img

Antisipasi RAFI 2026: Telkomsel Perkuat Jaringan untuk Pengalaman Digital Optimal Termasuk Nonton Olahraga

Telkomsel, sebagai penyedia layanan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, telah mengambil langkah-langkah proaktif dan komprehensif untuk mengantisipasi lonjakan trafik komunikasi dan data yang signifikan...
HomeUncategorizedMata Uang Iran Melemah: Apa Bedanya Rial dan Toman di Tengah Gejolak...

Mata Uang Iran Melemah: Apa Bedanya Rial dan Toman di Tengah Gejolak Ekonomi?

JAKARTA – Mata uang Iran kembali menjadi pusat perhatian global seiring gejolak geopolitik dan tantangan ekonomi yang tiada henti. Pelemahan nilai tukar mata uang negara tersebut, khususnya Rial, memicu pertanyaan mendasar tentang sistem moneter Iran yang unik, di mana dua istilah—Rial dan Toman—seringkali digunakan secara bergantian, bahkan menimbulkan kebingungan bagi banyak pihak.

Pergolakan politik di Timur Tengah, ditambah dengan sanksi ekonomi yang berkepanjangan dari negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat, telah menciptakan tekanan luar biasa pada perekonomian Iran. Inflasi yang merajalela dan fluktuasi tajam nilai tukar mata uang adalah cerminan langsung dari ketidakpastian ini. Di tengah kondisi tersebut, pemahaman tentang perbedaan dan hubungan antara Rial dan Toman menjadi krusial untuk menguraikan kompleksitas sistem keuangan Iran.

Mengenal Rial: Mata Uang Resmi Iran

Secara resmi, Rial (IRR) adalah mata uang Republik Islam Iran. Ini adalah unit mata uang yang diakui secara internasional, memiliki kode ISO 4217 sendiri, dan digunakan dalam semua transaksi resmi, pencatatan keuangan bank, serta nilai tukar valuta asing. Ketika Anda melihat kurs mata uang Iran di pasar internasional atau laporan bank sentral, nilai yang ditampilkan adalah dalam Rial.

Rial diperkenalkan sebagai mata uang Iran pada tahun 1932, menggantikan Toman sebagai unit resmi. Namun, meskipun berstatus resmi, nilai Rial telah mengalami depresiasi signifikan selama beberapa dekade terakhir, terutama akibat inflasi tinggi dan sanksi ekonomi. Kondisi ini membuat jumlah digit dalam transaksi menjadi sangat besar, dan inilah titik di mana Toman masuk ke dalam gambaran.

Memahami Toman: Unit Akuntansi yang Populer

Berbeda dengan Rial, Toman bukanlah mata uang resmi. Toman adalah unit perhitungan atau unit akuntansi yang sangat populer dan sering digunakan dalam percakapan sehari-hari serta transaksi non-resmi di Iran. Hubungannya dengan Rial sangat sederhana: satu Toman setara dengan sepuluh Rial.

Misalnya, jika seseorang menyebut harga suatu barang adalah “lima ribu Toman,” itu berarti harganya adalah “lima puluh ribu Rial.” Kebiasaan ini muncul dan bertahan karena nilai Rial yang terlalu rendah. Dengan menggunakan Toman, masyarakat Iran dapat menyederhanakan angka-angka yang sangat besar, mempermudah perhitungan, dan menghindari keharusan menyebutkan terlalu banyak nol dalam percakapan sehari-hari. Ini adalah respons praktis terhadap hiperinflasi yang telah menjadi bagian dari sejarah ekonomi Iran.

Sejarah Toman sebagai unit mata uang sebenarnya lebih tua dari Rial. Toman adalah mata uang resmi Iran sebelum digantikan oleh Rial. Meskipun status resminya dicabut, kebiasaan menggunakannya tetap mengakar kuat dalam budaya dan perekonomian Iran hingga saat ini. Bahkan, pemerintah Iran sempat memiliki rencana untuk secara resmi menghilangkan empat nol dari mata uangnya dan kembali menggunakan Toman sebagai mata uang resmi, sebuah langkah redenominasi untuk menyederhanakan transaksi dan mengatasi nilai Rial yang terlalu kecil.

Penyebab Pelemahan Mata Uang Iran: Sanksi, Inflasi, dan Geopolitik

Pelemahan nilai tukar Rial belakangan ini bukan fenomena baru, namun eskalasi ketegangan geopolitik dan tekanan ekonomi global memperparahnya. Ada beberapa faktor utama yang berkontribusi:

  • Sanksi Ekonomi Berat: Sejak penarikan Amerika Serikat dari perjanjian nuklir JCPOA pada tahun 2018, Iran menghadapi sanksi yang melumpuhkan sektor minyak, perbankan, dan perdagangan internasionalnya. Sanksi ini membatasi kemampuan Iran untuk mengekspor minyak, sumber pendapatan utamanya, serta menyulitkan akses ke sistem keuangan global.
  • Inflasi Kronis: Iran telah lama bergulat dengan tingkat inflasi yang tinggi, yang mengikis daya beli masyarakat dan nilai mata uang. Kebijakan moneter dan fiskal yang tidak stabil seringkali gagal membendung laju kenaikan harga.
  • Geopolitik dan Ketidakpastian: Konflik regional di Timur Tengah, termasuk perang di Gaza dan serangan di Laut Merah, menciptakan lingkungan ketidakpastian yang besar. Investor cenderung menarik modalnya dari wilayah yang tidak stabil, menekan mata uang lokal.
  • Pasar Gelap dan Nilai Tukar Ganda: Adanya perbedaan signifikan antara nilai tukar resmi yang ditetapkan pemerintah dan nilai tukar di pasar gelap (tidak resmi) menunjukkan ketidakpercayaan terhadap kebijakan ekonomi dan mencerminkan nilai Rial yang sebenarnya jauh lebih lemah dari yang dilaporkan secara resmi.

Dampak Terhadap Kehidupan Rakyat Iran

Pelemahan mata uang memiliki konsekuensi serius bagi rakyat Iran. Daya beli mereka terus menurun, harga barang-barang impor melonjak, dan biaya hidup semakin mahal. Tabungan yang mereka miliki tergerus nilainya, mendorong sebagian orang untuk mencari investasi dalam mata uang asing atau aset lain yang dianggap lebih stabil. Situasi ini juga memicu ketidakpuasan sosial dan protes sporadis yang menuntut perbaikan kondisi ekonomi.

Kesimpulan

Perbedaan antara Rial dan Toman adalah cerminan dari sejarah ekonomi Iran yang kompleks, ditandai oleh inflasi kronis dan upaya adaptasi masyarakat. Meskipun Rial adalah mata uang resmi, Toman tetap menjadi unit perhitungan yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Pelemahan mata uang Iran yang terus-menerus adalah hasil dari kombinasi sanksi internasional yang melumpuhkan, tekanan geopolitik yang intens, dan tantangan ekonomi domestik. Memahami dinamika ini penting untuk mendapatkan gambaran utuh tentang kondisi ekonomi dan sosial di Iran saat ini.