Modi: India Berdiri ‘Teguh’ Bersama Israel Pasca Serangan Hamas
YERUSALEM – Perdana Menteri India, Narendra Modi, pada Rabu menegaskan bahwa India berdiri “teguh” bersama Israel menyusul serangan mendadak yang dilancarkan oleh kelompok militan Hamas pada 7 Oktober 2023. Pernyataan kuat ini disampaikan Modi di hadapan para penggubal undang-undang di Baitulmaqdis (Yerusalem), menandai sebuah momen penting dalam hubungan bilateral kedua negara dan menegaskan pergeseran signifikan dalam kebijakan luar negeri India di Timur Tengah.
Pernyataan Modi datang di tengah gejolak regional dan kecaman internasional yang meluas terhadap serangan Hamas, serta respons militer Israel yang intens di Jalur Gaza. Dukungan tanpa syarat dari salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia ini memberikan legitimasi dan dukungan moral yang substansial bagi Israel dalam menghadapi konflik yang berkepanjangan.
Latar Belakang Hubungan India-Israel dan Pergeseran Kebijakan
Hubungan antara India dan Israel telah mengalami transformasi drastis sejak Modi menjabat sebagai Perdana Menteri pada tahun 2014. Secara tradisional, India memiliki kebijakan luar negeri yang sejalan dengan Gerakan Non-Blok, seringkali menyuarakan dukungan untuk perjuangan Palestina dan mengkritik pendudukan Israel. Namun, di bawah kepemimpinan Narendra Modi dan partai Bharatiya Janata Party (BJP), New Delhi secara progresif menjalin hubungan yang lebih erat dengan Tel Aviv.
Pergeseran ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk kepentingan strategis dalam bidang pertahanan, keamanan, teknologi, dan pertanian. Israel telah menjadi pemasok utama peralatan militer dan teknologi pertahanan canggih untuk India, sementara kerja sama dalam inovasi dan manajemen air juga semakin intensif. Kunjungan PM Modi ke Israel pada tahun 2017 adalah yang pertama dilakukan oleh seorang Perdana Menteri India yang menjabat, menggarisbawahi prioritas baru dalam diplomasi India.
Di sisi lain, narasi global tentang terorisme, terutama pasca serangan 11 September di Amerika Serikat, telah mendorong India untuk mencari mitra dalam memerangi ekstremisme. Israel, yang telah lama menghadapi ancaman terorisme, dipandang sebagai sekutu alami dalam konteks ini. Modi sering kali menekankan nilai-nilai demokrasi yang dianut kedua negara sebagai fondasi bagi kemitraan yang kuat.
Konsekuensi Serangan Hamas 7 Oktober dan Respons Modi
Serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menyebabkan kematian ratusan warga sipil Israel dan penyanderaan lebih dari 200 orang, memicu kecaman luas dari komunitas internasional. Pemerintah Israel menyebutnya sebagai tindakan terorisme yang brutal dan melancarkan operasi militer besar-besaran di Gaza dengan tujuan memberantas Hamas. Dalam konteks inilah pernyataan PM Modi di Yerusalem menjadi sangat relevan.
Dengan menyatakan India berdiri “teguh” bersama Israel, Modi tidak hanya mengekspresikan solidaritas emosional, tetapi juga memberikan dukungan diplomatik yang signifikan. Pernyataan ini berpotensi memiliki implikasi geopolitik yang luas, terutama di wilayah Timur Tengah. India, yang juga memiliki hubungan baik dengan beberapa negara Arab dan Teluk, mungkin perlu menyeimbangkan kepentingannya di tengah polarisasi yang meningkat dalam konflik Israel-Palestina.
Implikasi Kebijakan Luar Negeri India
Pernyataan Modi ini mengukuhkan tren bahwa India semakin berani dalam mengambil sikap yang jelas dalam isu-isu internasional yang kompleks, seringkali menempatkan kepentingan nasional dan bilateral di atas pertimbangan historis atau solidaritas ideologis. Dukungan terhadap Israel dalam momen krisis ini juga dapat dilihat sebagai bagian dari strategi India untuk memperkuat posisinya sebagai kekuatan global yang mandiri dan tegas.
Namun, pergeseran ini tidak datang tanpa tantangan. India secara historis telah menjadi pendukung setia pembentukan negara Palestina dan solusi dua negara. Dukungan yang begitu kuat untuk Israel dapat menimbulkan kekhawatiran di kalangan sekutu tradisional India di dunia Arab dan Muslim, serta di antara komunitas Muslim yang signifikan di India sendiri. Bagaimana India akan menyeimbangkan dukungan ini dengan upaya diplomatiknya yang lebih luas di kawasan Timur Tengah akan menjadi ujian penting bagi kebijakan luar negerinya.
Pada akhirnya, deklarasi Narendra Modi di Yerusalem menggarisbawahi bahwa hubungan India-Israel kini berada pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, ditandai oleh kepercayaan dan kerja sama yang mendalam. Ini adalah pengakuan atas kepentingan bersama dalam keamanan dan stabilitas, serta kesediaan untuk menempatkan kemitraan bilateral di garis depan diplomasi India.
