Tumpahan Minyak dari Kapal Kargo Sealloyd Arc Capai Pulau Wisata Koh Hey, Otoritas Terus Berjuang
PHUKET – Bencana lingkungan serius kini melanda perairan Thailand setelah tumpahan minyak dari kapal kargo Sealloyd Arc yang karam awal bulan ini, mencapai Koh Hey, sebuah pulau wisata populer yang terletak di lepas pantai tenggara Phuket. Otoritas setempat, dibantu berbagai pihak, masih terus berjibaku dalam operasi pembersihan besar-besaran yang terus berlanjut hingga Kamis. Kedatangan lapisan minyak hitam pekat ini mengancam ekosistem laut yang rapuh serta industri pariwisata yang menjadi tulang punggu ekonomi kawasan tersebut.
Tumpahan minyak yang berasal dari kapal kargo berukuran besar tersebut, dilaporkan pertama kali pada awal Februari setelah kapal Sealloyd Arc mengalami insiden dan terbalik di perairan internasional. Meskipun upaya pencegahan telah dilakukan sejak awal insiden, arus laut yang kuat dan kondisi cuaca yang tidak menentu telah menyebabkan sebagian besar tumpahan bergerak menuju pantai dan akhirnya mencapai Koh Hey, yang juga dikenal sebagai Pulau Karang karena kekayaan terumbu karangnya. Warga setempat dan operator wisata pertama kali melaporkan melihat gumpalan minyak berwarna gelap pada Rabu sore, yang kemudian dikonfirmasi telah menyelimuti beberapa bagian pantai dan area pesisir pulau tersebut.
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran mendalam mengenai dampak jangka panjang terhadap lingkungan. Koh Hey adalah rumah bagi terumbu karang yang sehat dan beragam spesies laut, termasuk ikan-ikan tropis dan biota laut lainnya yang menjadi daya tarik utama bagi para penyelam dan wisatawan. “Lapisan minyak yang menempel pada karang dapat menyebabkan kerusakan fatal, menghalangi fotosintesis dan meracuni organisme laut,” jelas Dr. Anya Suriwong, seorang ahli biologi kelautan dari Universitas Chulalongkorn. “Proses pemulihan terumbu karang bisa memakan waktu puluhan tahun, bahkan dengan upaya terbaik sekalipun.”
Selain ancaman ekologis, sektor pariwisata Phuket yang baru bangkit dari pandemi COVID-19 juga terancam. Koh Hey adalah destinasi favorit untuk perjalanan sehari dari Phuket, menarik ribuan wisatawan setiap bulannya untuk snorkeling, menyelam, dan bersantai di pantai berpasir putihnya. “Ini adalah pukulan telak bagi kami,” kata Mr. Preecha Sombat, pemilik operator tur lokal. “Banyak wisatawan telah membatalkan pemesanan mereka. Citra Phuket sebagai destinasi pantai yang bersih dan indah kini terancam.” Penduduk lokal yang bergantung pada perikanan juga melaporkan tangkapan yang berkurang drastis, meningkatkan kekhawatiran akan krisis ekonomi lokal.
Upaya Pembersihan dan Tantangan yang Dihadapi
Menyikapi keadaan darurat ini, Angkatan Laut Kerajaan Thailand bekerja sama dengan Departemen Kelautan dan pemerintah provinsi Phuket telah mengerahkan tim besar untuk membersihkan tumpahan minyak. Kapal-kapal patroli dan perahu kecil dilengkapi dengan penghalang minyak (oil booms) telah ditempatkan di sekitar area yang terkena dampak untuk menahan penyebaran lebih lanjut. Ratusan personel, termasuk relawan dan penduduk setempat, juga terlibat dalam pembersihan manual di pantai-pantai yang terkontaminasi, mengumpulkan gumpalan minyak dan pasir yang tercemar.
Namun, operasi pembersihan menghadapi tantangan besar. “Kami menghadapi kondisi arus yang kuat dan fakta bahwa sebagian minyak telah mengendap di dasar laut atau menyebar di bawah permukaan,” ujar Kapten Somchai Lekmanee dari Angkatan Laut Kerajaan Thailand. “Ini membuat upaya pembersihan menjadi lebih kompleks dan memakan waktu.” Peralatan khusus untuk menangani tumpahan minyak di bawah air mungkin diperlukan, yang menambah tingkat kerumitan dan biaya. Pihak berwenang juga sedang menyelidiki penyebab pasti karamnya kapal Sealloyd Arc dan mencari pertanggungjawaban dari pemilik kapal untuk biaya pembersihan dan kompensasi kerusakan lingkungan.
Pemerintah Thailand telah menegaskan komitmennya untuk mengatasi masalah ini dengan serius dan memastikan pemulihan lingkungan yang maksimal. Langkah-langkah jangka panjang, termasuk pemantauan kualitas air dan kesehatan terumbu karang, akan diterapkan setelah operasi pembersihan awal selesai. Harapannya adalah bahwa Koh Hey dan perairan sekitarnya dapat segera pulih, meskipun dampaknya mungkin akan terasa selama bertahun-tahun mendatang.
