Memperdalam Ikatan di Tengah Badai: Kunjungan Modi ke Israel dan Dampaknya di Tengah Konflik Gaza
Jakarta – Kunjungan bersejarah Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke Israel pada Juli 2017, menandai sebuah titik balik signifikan dalam hubungan bilateral kedua negara. Kunjungan tersebut, yang disambut dengan pernyataan hangat dari Perdana Menteri Israel kala itu, Benjamin Netanyahu, “Anda berdiri di sisi Israel,” kini kembali mendapat sorotan tajam di tengah gejolak konflik di Gaza dan perdebatan sengit mengenai masa depan Palestina. Ikatan yang semakin mendalam antara India dan Israel ini memunculkan kompleksitas baru, terutama ketika Israel menghadapi ketegangan hubungan dengan banyak negara di Global South (negara-negara Selatan Global).
Modi adalah Perdana Menteri India pertama yang melakukan kunjungan bilateral resmi ke Israel, sebuah langkah yang secara tegas menepis kebijakan non-blok tradisional India yang cenderung seimbang antara Israel dan Palestina. Kunjungan ini bukan hanya simbolis, melainkan juga katalisator bagi penguatan kerja sama di berbagai bidang strategis, mulai dari pertahanan dan keamanan, teknologi canggih, pertanian, hingga manajemen air. Selama bertahun-tahun, India telah menjadi importir utama peralatan militer Israel, dan kerja sama intelijen juga menjadi pilar penting yang mendasari kemitraan strategis ini. Ikatan ini tumbuh subur di balik layar, jauh dari sorotan publik, namun memiliki implikasi geopolitik yang mendalam.
Namun, dinamika hubungan ini kini diuji oleh eskalasi konflik di Gaza yang memicu krisis kemanusiaan parah dan kecaman luas dari komunitas internasional. Tindakan militer Israel di Gaza, yang telah menyebabkan puluhan ribu korban jiwa sipil dan kehancuran infrastruktur yang masif, telah memicu gelombang solidaritas dengan Palestina, terutama di antara negara-negara Global South. Negara-negara ini, yang sebagian besar memiliki sejarah kolonialisme dan seringkali melihat konflik Israel-Palestina melalui lensa perjuangan anti-kolonial dan hak penentuan nasib sendiri, merasa terasingkan oleh respons beberapa kekuatan Barat dan sekutunya terhadap krisis tersebut. Hubungan Israel dengan banyak negara di Global South menjadi semakin tegang, diwarnai oleh kritik keras terhadap kebijakan Israel dan tuntutan untuk segera mengakhiri konflik.
Di tengah situasi ini, posisi India menjadi semakin kompleks. Di satu sisi, India memiliki hubungan ekonomi dan strategis yang kuat dengan Israel, yang telah terbukti saling menguntungkan. Di sisi lain, India secara historis adalah pendukung kuat perjuangan Palestina dan advokat solusi dua negara. Dilema ini tercermin dalam respons diplomatik India terhadap konflik Gaza. Sementara India telah menyuarakan keprihatinan atas hilangnya nyawa warga sipil dan menyerukan de-eskalasi, pada saat yang sama, ia juga telah menyatakan solidaritas dengan Israel atas serangan teroris yang menargetkan warganya. Upaya India untuk menyeimbangkan kepentingan ini seringkali terlihat dalam abstainnya pada resolusi-resolusi PBB yang sangat mengutuk Israel, sambil tetap memberikan bantuan kemanusiaan kepada Palestina.
Penguatan hubungan dengan Israel juga merupakan bagian dari strategi India yang lebih luas untuk mendiversifikasi kemitraan globalnya dan memproyeksikan kekuatannya di panggung internasional. Ini mencakup partisipasi dalam forum-forum seperti I2U2 (India, Israel, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat), yang bertujuan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan keamanan di Timur Tengah. Bagi India, Israel adalah mitra penting dalam menghadapi tantangan keamanan regional dan global, serta dalam mengakses teknologi inovatif yang krusial bagi pembangunan domestiknya. Namun, pendekatan ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengasingkan negara-negara sahabat di Global South, yang merupakan bagian integral dari visi India untuk tatanan dunia multipolar.
Kunjungan Modi di tahun 2017 memang telah mengukir jalan baru bagi hubungan India-Israel, mengubah narasi dari sekadar hubungan rahasia menjadi kemitraan strategis yang terbuka. Namun, dinamika regional dan global saat ini menempatkan kemitraan ini di bawah pengawasan ketat. Kemampuan India untuk menavigasi kompleksitas konflik Gaza dan menjaga keseimbangan antara hubungan strategisnya dengan Israel dan dukungan historisnya untuk Palestina, sambil tetap berhubungan baik dengan negara-negara Global South, akan menjadi ujian penting bagi kematangan diplomasi dan kebijakan luar negeri New Delhi di panggung dunia yang terus bergejolak.
